kopi buat ayah

cropped-cropped-untukblog1.jpg

aku pulang tanpa cahaya matahari
bulan pun redup, langit penuh awan

aku datang tanpa ketuk pintu
datang membawa salam

menyapa mimpi-mimpi
yang beradu dengan dengkur
yang meluap lewat igau

dalam malam yang bening
secarik kertas menyapa mataku yang lelah

di bawah tudung
dekat segelas kopi

“Yah maaf ya, kopinya sudah dingin.
Abang cuma mau nyenangin ayah aja”

aku tak menangis
tapi ada air di pelupuk mata

anakku faiz

ia menyentuh perasaanku dengan kopi
ia menyapa sebelum kakiku melangkah pulang

membiar asap kopi mendingin menungguku pulang
menitip pesan saat umurku yang berganti

terimakasih kopinya
terima kasih anakku.
batam, 11 Mei 2016

(nandarson)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s