Wisata ke Hat Yai, Thailand, Tanpa Banyak Bicara, Mereka Tahu Kemana Kita Hendak Dibawa


son-4

Ini pengalaman perjalanan yang tak terlupakan ke Hat Yai, Thailand. Meski perjalanan ini hanya satu hari satu malam, tapi ada kesan tersendiri di kota kecil wilayah Selatan Thailand itu. Pengalaman, bagaimana mereka memahami apa yang diingin wisatawan yang datang ke negara mereka.

Perjalanan ini sudah lama memang, sekitar tahun 2002.

Saya, bersama John Edward Rhony, dan Hendra Agusta diajak Wahyu Iramana Putra dan keluarganya ke Malaysia.

Saat itu, Bang Wahyu (begitu biasa saya menyapa) mendapat penghargaan dari Negara Bagian Negeri Sembilan, Malaysia.

Dia mengajak kami, karena itu kami (beberapa teman lain yang juga wartawan) aktif menggelar diskusi di Hotel Bumiminang, tempat ia beraktifitas.

malaysia_2002

Foto bersama usai penghargaan di Negeri Sembilan 

Setelah prosesi pemberian penghargaan dari Negeri Sembilan selesai, kami pergi ke Thailand.

Kami berangkat dengan bus dari Stasiun Seremban menuju Thailand sekira pukul 08.00 malam waktu setempat.

Tujuan kami memang tidak sampai ke Bangkok, hanya sampai Hat Yai, kota terdekat di Selatan Thailand yang juga cukup banyak dikunjungi wisatawan di Negeri Gajah Putih itu.

Kami sampai di Kota itu pagi sekitar pukul 07.00, dan mencari hotel di tengah kota untuk menginap.

IMG27

Di pusat kota Hat Yai

Melalui resepsionis hotel, kami mendapatkan sebuah mobil travel untuk pergi ke tempat-tempat wisata di kota itu.

Dengan komunikasi seadanya, resepsionis hotel memahami apa yang kami butuhkan.

Setelah meninggalkan tas bawaan di hotel, kami meninggalkan hotel untuk menikmati tempat-tempat wisata di Hat Yai, berbaur dengan wisatawan dari berbagai negara yang juga tengah berkunjung ke negara itu.

Tempat pertama yang dikenalkan kepada kami adalah patung kucing di tepi pantai Songkhla.

 

24758739-the-statue-of-cat-and-rat-on-the-beach-at-songkhla-thailand-stock-photo

Di Pantai itu, kami tidak lama, karena berasal dari Padang, yang berada di tepi pantai, kami merasakan aura yang sama di pantai Songkhla.

Namun, satu hal yang membuat kami terkesan adalah, pengunjung tak diganggu pedagang yang jualan dan pantai yang bebas dinikmati.

Saat itu, kami sebenarnya melihat ada pedagang yang berjualan souvenir. Tapi mereka membiarkan kami menikmati pantai.

Ia baru menawarkan dagangannya setelah kami mendekati mobil usai menikmati pemandangan pantai. Bukan saat menikmati pantai dan berfoto-foto dengan patung kucing besar di pantai Songkhla itu.

Setelah itu kami dibawa mobil travel wisata itu ke Hat Yai Municipal Park, di sana ada patung besar, yang belakangan diketahui sebagai Phra Buddha Mongkol Maharaj.

Lokasi ini berada di perbukitan yang bisa melihat kota Hat Yai dari ketinggian.

son-4

Dalam perjalan ke tempat-tempat wisata ini, kami sebenarnya tidak mengenal siapa sopir, yang sekaligus menjadi guide kami, sepanjang perjalanan.

Kami tidak bisa berbahasa Thailand, dia juga tidak mengerti bahasa Inggris, kecuali untuk urusan angka-angka.

Setelah dari Hat Yai Municipal Park, hari beranjak siang. Kami sebenarnya ingin menyampaikan bahwa kami ingin mencari tempat makan siang.

Kami berkomunikasi dengan bahasa isyarat bahwa kami mau makan, dan ia mengerti. Namun, kami kesulitan untuk mengatakan kami ingin mencari tempat makanan yang halal.

Soalnya, saat berada di kota Hat Yai, kami kebanyakan melihat banyak makanan non-halal di sepanjang jalan.

Hingga kemudian kami mengikuti saja kemana mobil bergerak membawa kami, untung-untung sesuai dengan apa yang diinginkan.

Benar saja, kami kemudian dibawa ke rumah makan masakan melayu, tentu saja Halal! Dan ENAK!

Hingga kemudian, setelah singgah di beberapa tempat lainnya, kami dibawa kembali ke hotel tempat menginap.

Bagi saya, yang tak terlupakan itu adalah bagaimana seorang sopir travel membawa tamunya ke tempat-tempat wisata yang tidak mengecewakan, meski sebenarnya tidak ada komunikasi antara kami sebagai tamu dengan dia yang meng-guide kami.

Mungkin, Thailand sebagai destinasi wisata yang sudah mendunia, mereka sangat paham bagaimana memperlakukan wisatawan yang datang ke negaranya. Salut!

Advertisements

6 thoughts on “Wisata ke Hat Yai, Thailand, Tanpa Banyak Bicara, Mereka Tahu Kemana Kita Hendak Dibawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s