Pernah Nonton Sepakbola di Stadion? Ini Pengalaman Saya


P_20170703_165614_p

Pernah nonton pertandingan sepakbola di stadion? Pertanyaan tak penting, tapi pengalaman nonton di stadion itu memang berbeda. Coba saja. Begini pengalaman saya.

Orang yang tidak suka sepakbola, tiba-tiba ikut nonton di stadion menyaksikan pertandingan sepakbola, banyak yang tiba-tiba jatuh hati pada olahraga ini.

Ada apa dengan stadion? Ada atmosfir!

Ya atmosfir di stadion itu yang membuat menonton pertandingan sepakbola, bahkan juga pertandingan lain yang berlangsung di stadion, yang bisa menampung ribuan orang, membuat suasananya terasa beda. Beda, pake banget.

Pengalaman pertama saya menyaksikan pertandingan sepakbola di stadion adalah Stadion Haji Agus Salim (HAS) tahun 1990-an saat menyaksikan PSP Padang melawan sebuah klub dari Jepang (lupa nama klubnya sudah lama soalnya).

Saat itu yang terasa adalah senang nonton bersama-sama, teriak, bereaksi, dan suara koor yang bikin merinding dari pendukung tim tuan rumah.

Saat tidak bisa menggambarkan bagaimana saat itu, hingga kemudian di tahun 2000-an saya bisa kembali menikmati di tempat yang sama, kali ini sebagai wartawan.

Saya tidak duduk di bangku penonton, tapi di pinggir lapangan. Memotret  sejumlah momen dalam pertandingan Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang.

Scan0023

Saat jadi wartawan di Padang

Atmosfir? Tetap dapat meski sebagai jurnalis foto saya tidak terlalu fokus menikmati pertandingan, tetapi tetap bisa menikmati atmosfir di stadion, merasakan emosi saat menilai wasit salah, lawan tim kebanggan berbuat curang, kebanggaan saat tim menang, hingga kekecewaan saat tim kalah.

Nyanyian sepanjang pertandingan oleh supporter tuan rumah, selalu memberi warna tersendiri.  Jika berada dekat di tribun barisan suporter yang menyanyi, auranya akan terasa lain. Merinding, kata orang. Tak percaya? Coba saja.

Orang yang suka menyaksikan pertandingan sepakbola di televisi, yang terbiasa dengan panduan komentator, bahkan akan mengatakan bahwa menonton tim yang sama, di televisi dengan di stadion akan berbeda.

Memang tidak ada panduan komentator yang membuat kita tahu siapa yang sedang menggiring bola, siapa yang mencetak bola, kecuali sudah mengenalnya, tapi berada di stadion, kita menyaksikan semua kejadian, banyak kejadian yang tidak ter-cover di tayangan televisi bisa kita nikmati di stadion.

Satu hal yang membuat suasana di stadion itu terasa indah, saat keluar stadion terasa bangga dan penuh senyuman, adalah saat tim yang kita dukung menang.

Saat kita bisa berteriak bersama-sama dengan ribuan suporter lain, meneriakkan: Goaallllll!!!!! Wuiih keren banget pokoknya.

Saya merasa kesenangan itu ketika menyaksikan Semen Padang FC menang 1-0 atas Persela Lamongan, 3 Juli 2017 lalu di Stadion Haji Agus Salim Padang.

Nonton timnas

Ini baru menyaksikan klub sepakbola profesional. Atmosfir yang tak kalah seru adalah saat menyaksikan pertandingan Timnas bersama ribuan suporter. Wow!

Belum lagi pertandingan, saat lagu kebangsaan dinyanyikan bersama-sama dengan ribuan orang, jujur, bakal terasa merinding. Itu baru lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan bersama-sama. Saat terjadi gol, sudah pasti bakal lebih seru, lebih bergemuruh, dan menjadi pengalaman tak terlupakan.

Ada yang tidak seru? Pasti. Lho? Iya. Kalau nonton pertandingan di sepakbola, tidak boleh ‘tipis telinga’. Karena penonton yang duduk di sisi kiri atau kanan Anda, bisa saja berteriak paling keras, atau ucapannya paling kacau.

Kacau? Iya. Umpatan, makian, kata-kata tak sopan lainnya bisa keluar, dan ‘harap maklum’, itu pemandangan di dalam stadion yang tak bisa disensor.

Anak saya, Faiz, yang pertama kali nonton di Stadio Haji Agus Salim, 3 Juli 2017 lalu bahkan langsung punya kesan: Penonton di sini berisik ya Yah?

Jawabku cuma sederhana: Beginilah nonton di stadion.

Tidak seru lainnya adalah, orang jualan yang berseliweran. Di Stadion Haji Agus Salim Padang (pengalaman), pedagang ini tidak ditertibkan, mereka berseliweran di depan kita, meneriakkan dagangannya.

“Ayia..ayia..ayia! kacang, pergede, pergede!”

Tak disukai, tapi kita tak bisa apa-apa, terpaksa nonton saja, di tengah kebisingan mereka, menyatu dengan kebisingan di stadion. Coba saja.(nandarson)

Advertisements

2 thoughts on “Pernah Nonton Sepakbola di Stadion? Ini Pengalaman Saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s