Rantau


Cerpen Mairi Nandarson

( sudah terbit di majalah annida )

Kesenangan Amri bertemu dengan sahabat lamanya, Sirul tak bertahan lama.

Gusar. Itulah yang dirasakan Amri belakangan sejak kepulangan kawan sepermainannya itu.

Di lapau1 ia merasa tidak betah untuk berlama-lama bersama Sirul.

Ia lebih suka beranjak dari palanta2 lapau ketika Sirul sudah mulai bercerita tentang rantaunya.

“Betul kata adat kita, karatau madang di hulu, babuah babungo balun, ka rantau bujang dahulu, di rumah paguno balun3,” Sirul memulai ceritanya.

Lanjutkan membaca Rantau

Abakku Datuk


Cerpen Mairi Nandarson
( pernah diterbitkan Majalah Annida )

Siang yang galau. Jakun-jakun Rusman naik turun. Ia harus berada di antara rasa marah dan sabar.

Ia baru saja ditinggal Abaknya untuk selama-lamanya. abaknya meninggal dunia.

Ia merasa sia-sia datang dengan biaya tinggi agar datang lebih cepat dan bisa menemui Abak sebelum ajal menjemput.

Tapi sesampai di rumah, Rusman hanya di hadapkan pada sosok yang sudah tidak lagi bernyawa.

Lanjutkan membaca Abakku Datuk