Cerita Lesehan di Solo: Nongkrong di Warung Susu Segar (1)


 

WhatsApp Image 2017-08-05 at 20.09

Duduk di emperan toko (foto Candra)

Saya dapat kesempatan pergi ke Kota Solo selama lima hari. Di sana saya bersama teman-teman berkesempatan menikmati malam kota Solo dengan nongkrong sambil lesehan pinggir jalan.

Hari itu, angin berhembus cukup kencang di Kota Solo. Kami baru selesai menjalani pelatihan sejak jam 09.00 pagi. Capek? Tentu saja.

Datang ke kota yang ternyata bernama Surakarta ini, memang bukan untuk berwisata, melainkan karena tugas dari kantor tempat saya bekerja.

Sejak awal, kami yang diutus ke Solo sudah diwanti-wanti, ke Solo bukan buat jalan-jalan, tapi buat kerja, kerja, kerja.

Tapi, tentu tidak 24 jam waktu terpakai untuk menjalankan tugas-tugas kantor itu.

Ada waktu-waktu jeda yang tetap saja, kepikiran untuk dimanfaatkan menikmati Kota Solo, yang sayang untuk dilewatkan.

Meski kegiatan baru usai pukul 21.00 WIB, bukan berarti aktifitas berhenti dan kami langsung ke hotel, mencari tempat tidur, rebahan dan ngorok. Tidak!

Yang membuat kami tak segera meluncur ke tempat tidur sehabis seharian di ruangan tertutup, adalah keinginan mencari penyegaran. Mencari suasana lain.

IMG-20170803-WA0015

Dari kiri Ikrob, Aim, Safriadi, Noel, Vira, Restu, Sesri, Son, Bandot dan Liston (foto istimewa)

Maka pilihan saya, mungkin juga teman-teman, adalah mencari tempat nongkrong!

Ya, nongkrong sambil ngobrol-ngobrol, karena kebetulan, kami yang datang ke Solo berasal dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Aceh, hingga Kupang.

Di dalam kelas, sudah jelas ngobrolnya terbatas pada urusan kerja dan pada topik-topik yang terkait.

Tempat pertama yang menjadi pilihan dan ditawari teman kami, Ikrob Didik Irawan dari Jogja, yang sudah akrab dengan kota Solo, adalah tempat minum susu segar.

Awalnya sempat nggak tertarik, karena sehari-hari jarang minum susu.

Tapi karena itu satu-satunya tawaran, dan peluang buat nongkrong, maka berangkat lah kami.

Di antar Mas Aim, dari Semarang, yang kebetulan bawa mobil untuk ikut acara ini, kami sampai di

Bersama sejumlah kawan yang sudah bergerak jalan ke tempat lain dihubungi dan mereka pun merapat ke Shi Jack.

Di tempat ini ternyata sudah rame orang nongkrong. Tidak hanya tempat duduk yang penuh di dalam tenda, tetapi juga gelar tikar di trotoar terdekat. Rame pokoknya.

Tapi di situlah suasananya. Hingga dibawa ke tempat pemesanan.

Di sana ternyata banyak pilihan, tidak sekadar susu segar. Yang selalu saya ingat adalah Susu Madu Kopi (SMK) yang tentu saja jadi pesanan saya.

Kawan-kawan lain, Liston (Medan), Alza (Bangka) Ikrob (Jogja), Aim (Semarang), Safriadi (Aceh), dan Bandot (Jambi) punya selera masing-masing. Waktu itu saya lupa mencatatnya,karena bukan kasir :D.

Keramaian lesehan di lokasi susu segar bertambah setelah geng cewek, Sesri (Pekanbaru), Noel (Manado), Restu (Banjarmasin) dan Elvira (bali) datang setelah sebelum wara-wiri ke tempat shopping.

Ngobrol-ngobrol berlanjut dengan topik masih seputar perbandingan sejumlah hal di masing-masing kota asal.(nandarson)

Advertisements

One thought on “Cerita Lesehan di Solo: Nongkrong di Warung Susu Segar (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s